Welcome to Hakimtea.Net. Pertama kali kesini? Dapatkan artikel via email, daftar disini. | Next Tip »?

Hakimtea.Net

Think Positive
Daftar Naruto Games Korea Drama Daftar Chitika!

Archive for the ‘Artikel’


Evan Brimob : Indonesia Tidak Butuh Evan Bencong

Ramainya perkara mengenai POLRI vs KPK ditelevisi membuat saya bingung mana yang benar POLRI atau KPK? Jika melihat opini publik saat ini memang KPKlah yang sepertinya benar, namun jika menyaksikan secara live penjelasan dari Kapolri Bambang Hendarso Danuri sepertinya POLRIlah yang benar, jadi mana dong yang benar? Bingung! Yang jelas para koruptor dan “suaptor” kini gembira melihat dua lembaga penegak hukum Indonesia ini saling berseteru.

Perseteruan “Cicak dan Buaya” (opini publik) sepertinya malah lebih ramai lagi di dunia maya, terlebih saat salah satu facebooker anggota kepolisian Polda Sumsel “Evan Brimob” menulis status kotroversialnya yang memancing amarah para facebooker, blogger dan masyarakat Indonesia pada umumnya, dia menulis; (more…)

Popularity: 1% [?]

Dokter Murtad Jadi Full Time Blogger

Menjadi seorang Full Time Blogger atau bekerja penuh waktu menjadi seorang blogger saat ini bukanlah sesuatu yang aneh dan asing, bukan pula sekedar pilihan alternatif karena semakin sulitnya mencari pekerjaan di tengah carut-marutnya perekonomian, harga yang terus naik, gaji sebagai guru, karyawan atau PNS yang besar pasak daripada tiang, hanya cukup untuk makan sehari-hari dan kadang sebagai penambal lobang yang terus menganga, gali-lobang-tutup-lobang, tidak berkesudahan.

Ya menjadi Blogger Penuh Waktu (full time blogger) bukan lagi pilihan melainkan sebuah keputusan. Sebuah keputusan yang di dasari hobby, waktu, fakta dan angka. Simak saja Dr. Kim, Arnold Kim, seperti yang dilansir Newyork Times (21/7/08), seorang dokter ahli penyakit dalam khususnya bagi pasien yang terkena penyakit gagal ginjal ini memutuskan untuk melepaskan stethoscope yang senantiasa menggantung di leher untuk memeriksa pasien itu dan beralih menjadi seorang full time blogger. Dokter Murtad :D hehe. (more…)

Popularity: 4% [?]

Menuju Blogger Indonesia Bermartabat

Menuju Blogger Indonesia bermartabat yang jujur, agamis dan bertanggung jawab.

Blogger berbeda dengan pengguna media maya lainnya, Blogger menurut saya pribadi merupakan panggilan “kehormatan” bagi mereka yang menulis dalam sebuah media Web Log (Blog), rutin menggeluti dunia blogging baik dalam kapasitas terbatas sebagai diary online ataupun dalam kapasitas yang lebih luas sebagai citizen journalism yang mempunyai arti seseorang yang berperan aktif dalam proses pengumpulan, penelitian, pelaporan dan penyebaran berita dan informasi yang berguna bagi masyarakat umum.

Bagaimana dengan mereka yang menggunakan media Blog untuk bekerja mencari “penghasilan tambahan” di dunia maya (make money online), apakah mereka bisa disebut juga blogger…? Tentu saja mereka pun adalah blogger dalam kapasitas pemilik, pengguna, penulis dan yang memanfaatkan media blog. (more…)

Popularity: 27% [?]

Blogger dan Hari Kartini

Blogger dan Hari KartiniCatatan ini saya tulis sebagai persembahan dari “seorang blogger” untuk Hari Kartini, mengenang perjuangan dan perubahan paradigma dari seorang perempuan dalam menemukan jati diri tentang eksistensi dan kedudukannya sebagai seorang perempuan.

Rasanya, bagi para blogger tidak perlu dijelaskan siapa Ibu Kartini atau yang lebih kita kenal dengan sebutan Raden Ajeng Kartini atau artikel-artikel selalu menyingkatnya dengan R.A. Kartini dan bagi mereka yang biasa melakukan googling (search di google) tentu sudah tidak asing lagi siapa R.A. Kartini, ratusan bahkan ribuan artikel tentang biografinya tertulis dan siap untuk menjadi bahan referensi. Diantaranya kita akan dapati di wikipedia bahwa R.A. Kartini terlahir 129 tahun yang lalu (Jepara, 21 April 1879) dan meninggal muda saat beliau berusia 25 tahun 4 bulan 17 hari (Desa Bulu, Rembang, 17 September 1904).

Kehidupan anak ke-5 dari 11 saudara ini penuh dengan perjuangan. Saat memasuki usia 12 tahun putri pasangan R.M.A.A Sosroningrat dan M.A. Ngasirah ini mulai dipingit dan saat itulah perubahan-perubahan paradigma dalam berpikirnya semakin berkembang dan kritis seiring dengan terbiasa berkoresponden dengan teman-temannya di Eropa (belanda) dan bersentuhan dengan berbagai lapisan masyarakat dan agamanya (Islam) yang banyak menerangkan tentang kemuliaan seorang perempuan. (more…)

Popularity: 1% [?]