Troy, Achilles, Legenda Helen dan Kuda Troy

232 View

Troy achilles

Hakimtea.net – Sejarah berdasarkan cerita Illiad karya Homer yang di Indonesia disebut Homerus ini merupakan sebuah epik yang luar biasa. Meskipun tidak sepanjang Ramayana dan Mahabrata atau La Galigo sebuah epik dari Tanah Toraja. Sejarah Troy dan yang behubungan dengannya memang sangat istimewa.

Hampir semua unsur dalam cerita merupakan legenda sejarah tersendiri; mulai dari Kuda Troya, Kerajaan Troy, Yunani, Agamemnon, Menelaus, Achilles, Hector, Paris, Helen, dan jangan lupa Odysseus. Kisah Oddyseus merupakan sequel tersendiri.

Dari dua film yang saya perhatikan (Helen of Troy dan Troy yang dibintangi Brad Pitt) ceritanya sangat berbeda namun terdapat benang merah. Rupanya ide sequel dari Homer ini banyak ditiru oleh penulis-penulis lainnya. Bisa dikatakan mungkin Homer itu bapak cerita sequel.

Jika saya mencoba meninjau dari segi sejarah memang benar yang dikatakan para dosen dan ahli sejarah bahwa “Gejala (fenomena) sejarah itu akan terus berulang” meski bukan dalam artian tempat, waktu dan kisahnya tetapi dalam gejalanya yang sama-sama mengindikasikan bahwa pola sejarah akan terus mengalami pengulangan.

Dari tokoh Agamemnon kita bisa menarik kesimpulan bahwa sifat dan karakter seseorang seperti Agamemnon akan selalu ada. Tokoh yang sangat berambisi untuk menaklukkan para pesaing-pesaingnya. Tokoh yang selalu haus akan kekuasaan. Tokoh yang ingin menguasai segala aspek tatanan kehidupan.

Dari tokoh Menelaus dan Paris saya meyakini bahwa sejarah setiap manusia itu mempunyai niat dan tujuan; baik mempertahankan apa yang dimiliki ataupun mengejar harapan. Dan kekuatan terbesar untuk menggerakkan kekuasaan adalah hasrat dalam hal ini (Menelaus dan Paris) adalah CINTA.

Dari kisah legenda Helen, gejala sejarah terus berulang bahwa “seorang perempuan” bagaimanapun “lemahnya” kedudukan dia akan sanggup mengubah alur sejarah dunia. Kecantikan luar dan dalamnya mampu membuat dua lelaki menumpahkan darah dan lebih jauh mampu membuat dua Negara berperang memperebutkannya.

Dari tokoh Achilles dan Hector kita bisa melihat bahwa selalu saja ada tokoh-tokoh patriot yang membela kehormatan Negara dan bangsanya. Khususnya dari tokoh Achilles selain patriotik dia seorang yang mempunyai kepedulian terhadap catatan sejarah meski Achilles sendiri terlalu naif karena dia hanya menginginkan namanya tertoreh dalam tinta emas sejarah sebagai tokoh yang hebat dalam peperangan dan mampu menaklukkan setiap lawan.

Dari bergabungnya raja-raja Yunani dalam menghadapi kerajaan Troy saya bisa menarik benang merah dari mata kuliah Sejarah Eropa ini bahwa yang disebut dengan polis-polis itu memiliki seorang Raja. Dan dari raja-raja itu bergabung dan tunduk pada sebuah polis besar yang disebut metropolis.

Dari legenda Kuda Troya kita bisa melihat bahwa bagaimanapun kekuatan sebuah Negara dengan benteng pertahanan yang tak terkalahkan akan mampu runtuh dengan strategi perang yang jitu. Dalam hal ini strategi Kuda Troya yang dilakukan Yunani mampu meruntuhkan benteng kekuatan kerajaan Troy yang terkenal tidak mampu ditembus dan terkalahkan.

Dan akhirnya kesimpulan dari dua film sejarah Troy ini (Helen of Troy dan Troy yang dibintangi Brad Pitt) sekali lagi bahwa “Gejala Sejarah akan terus berulang.” Dimana kekuasaan, harta, harga diri, kehormatan dan wanita akan selalu berpengaruh dan menjadi epik dalam setiap alur sejarah besar.

Hakimtea.net