Teori-Teori Sejarah – Teori Perkembangan Sejarah dan Masyarakat Karl Marx

963 View

Teori Perkembangan Sejarah dan Masyarakat

Hakimtea.net – Karl Heinrich Marx (1818-1883) dilahirkan di Trier distrik Moselle, Prusian Rhineland pada 5 Mei 1818. ia berasal dari silsilah panjang rabbi, baik garis ayah maupun ibunya. Ayahnya seorang pengacara terhormat. Ia menikah dengan Jenny anak tokoh sosialis awal Baron von Wesphalen.

Pertamanya masuk ke University Bonn, tahun berikutnya ia pindah ke University of Berlin. Di univertsitas ia menjadi pengikut filsafat Hegelianisme. Marx bercita-cita menjadi pengajar di universitas, ia mendapatkan gelar doktornya mengenai filsafat pasca Aristotelian Yunani (McLellan, 2000: 618).

Ia adalah ilmuan sosial revolusioner Jerman yang analisisnya tentang masyarakat kapitalis menjadi basis teoretis untuk pergerakan sejarah dan politik. Kontribusi utama Marx terletak pada penekanan peran faktor ekonomi berbahnya cara masyarakat dalam memproduksi alat-alat subsistensi dalam membentuk jalannya sejarah.

Perspektif ini memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap seluruh jajaran ilmu sosial. Teori besar sosiohistoris Marx yang sering disebut sebagai konsepsi sejarah materialisme historis, dapat diungkap dari perkataan Friederic Engels-sahabat terdekatnya-sebagai berikut.

Sebab yang utama dan kekuatan penggerak terbesar dari semua peristiwa sejarah yang penting terletak pada perkembangan ekonomi masyarakat, perubahan-perubahan model dalam prouksi dan pertukaran, pembagian masyarakat dalam kelas-kelas yang berlainan, dan perjuangan kelas-kelas ini melawan kelas yang lain (Shaw, 2000: 620).

Teori-teorinya tentang gerak sejarah dan masyarakat, tertuang dalam Die Deutch Ideologie (ideologi Jerman, 1845-1846), secara ringkas dapat dikemukakan sebagai berikut:

Die Deutch Ideologie

A. Struktur ekonomi masyarakat yang ditopang oleh relasi-relasinya dengan produksi, merupakan pondasi real masyarakat. Struktur tersebut sebagai dasar munculnya suprastruktur hukum dan politik, berkaitan dengan bentuk tertentu dari kesadaran sosial.

Disisi lain, relasi-relasi produksi masyarakat itu sendiri berkaitan dengan tahap perkembangan tenaga-tenaga produktif materiil (masyarakat). Dalam kerangkan ini, model produksi dari kehidupan materiil akan mempersiapkan proses kehidupan sosial, politik, dan intelektual pada umumnya.

B. Seiring dengan tenaga produktif berkembang, tenaga-tenaga produktif ini mengalami pertentangan dengan berbagai relasi produksi yang ada sehingga membelenggu pertumbuhannya. Kemudian, mulailah suatu era revolusi sosial, seiring dengan terpecahnya masyarakat akibat konflik.

C. Konflik-konflik itu terselesaikan sedemikian rupa sehingga menguntungkan tenaga-tenaga produktif, lalu muncul relasi-relasi produksi yang baru dan lebih tinggi yang persyaratan materiilnya telah matang dalam “rahim” masyarakat itu sendiri. Masyarakat dan pemerintahan kelas memang terhindarkan, sekaligus diperlukan untuk memaksa produktivitas para produsen agar melampaui tingkat subsistensinya.

Namun, kemajuan produktif yang dihasilkan kapitalisme tersebut menghancurka kelayakan dan landasan historis pemerintahan kelas. Karena negara merupakan alat suatu kelas untuk mengamankan pemerintahannya maka negara akan melemah dalam masyarakat pasca kelas.

D. Relasi-relasi produksi yang lebih baru dan lebih tinggi ini mengakomodasi secara lebih baik keberlangsungan pertumbuhan kapasitas produksi masyarakat. Disinilah model produksi borjuis mewakili era progresif yang paling baru dalam formasi ekonomi masyarakat, tetapi hal itu merupakan bentuk produksi antagonistik yang terakhir. Dengan matinya bentuk produksi tersebut maka prasejarah kemanusiaan berakhir.

E. Disinilah kapitalisme akan hancur oleh hasratnya sendiri untuk meletakkan masyarakat pada tingkat produktif yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Selain itu, perkembangan tenaga-tenaga produktif yang membayangkan munulnya kapitalisme sebagai response terhadap tingkat tenaga produktif pada awal mula terbentuk.

F. Dengan demikian, perkembangan kapasitas produktif masyarakat menentukan corak utama evolusi yang dihasilkan, yang pada gilirannya menciptakan institusi-institusi hukum dan politik masyarakat atau suprastruktur.

Teori-Teori Sejarah – Teori Perkembangan Sejarah dan Masyarakat Karl Marx

Pengantar Ilmu Sosial Sebuah Kajian Pendekatan Struktural. Dr. H. Dadang Supardan, M. Pd. Hal, 357-365.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *