Teori-Teori Sejarah – Teori Gerak Siklus Sejarah Ibnu Khaldun

287 View

Teori Gerak Siklus Sejarah Ibnu Khaldun

Hakimtea.net – Ibnu Khaldun (1332-1406) adalah seorang sejarawan dan filsuf sosial Islam kelahiran Tunisia yang merupakan penggagas pertama dalam teori siklus ini, khususnya dalam sejarah pemikiran manusia, terutama dari dimensi sosial dan filosofis pada umumnya. Karya monumentalnya adalah Al-Muqoddimah (1284 H) yang secara orisinal dan luas membahas kajian sejarah, budaya dan sosial.

Adapun inti atau pokok-pokok dalam teori Khaldun tersebut dikemukakan dalam Al-Muqoddimah sebagai berikut:

Teori Khaldun

A. Kebudayaan adalah masyarakat manusia yang memiliki landasan di atas hubungan antara manusia dan tanah di satu sisi dan hubungan manusia dengan manusia lainnya di sisi lain yang menimbulkan upaya mereka untuk memecahkan kesulitan-kesulitan lingkungan serta mendapatkan kesenangan dan kecukupan dengan membangun industri, menyusun hukum dan menertibkan transaksi.

B. Bahwa kebudayaan dalam berbagai bangsa berkembang melalui empat fase, yaitu fase primitif atau nomaden, fase urbanisasi, fase kemewahan, dan fase kemunduran yang mengantarkan kehancuran.

C. Kehidupan fase primitif atau nomaden adalah bentuk kehidupan manusia terdahulu (tertua) yang pernah ada. Pada masa ini, sifat kehidupan kasar yang diwarnai oleh keberania dan ketanguhan mendorong mereka untuk menundukkan kelompok-kelompok lain.

Selain itu, pada masa ini pun pada kelompok-kelompok tersebut tumbuh solidaritas, ikatan dan persatuan yang menopag mereka meraih kekuasaan dan kesenangan.

D. Dalam fase urbanisasi, pembangunan yang mereka lakukan tetap berlangsung sehingga perkembangan kebudayaan semakin maju, khususnya di kota-kota.

E. Pada fase kemewahan, banyak kelompok yang tenggelam dalam masa kemewahan, dimana pada fase ini dicirika oleh beberapa indikator, seperti ketangguhan dalam mempertahankan diri, memperoleh kemewahan dalam kekayaan, keinginan untuk hidup bebas, serta mengejar nafsu kepuasaan dan kesenangan, namun di pihak lain ada juga yang menghendaki pada kesederhanaan. Akibatnya, friksi dan solidaritas mereka menjadi melemah.

F. Pada fase kemunduran, kerajaan dan pemerintahan melalaikan urusan kenegaraan/pemerintahan dan kemasyarakatan yang mempercepat kehancuran, ditandai dengan ketidakmampuan dalam mempertahankan diri. Ini pertanda bahwa usainya daur kultural dalam sejarahnya dan bermulanya daur baru, begitu seterusnya (Al-Sharqawi, 1886: 145-146)

G. Biasanya kelompok-kelompok yang terkalahkan akan selalu mengekor kepada kelompok-kelompok yang menang, baik dalam slogan, pakaian, kendaraan, maupun tradisi lainnya.

Pengantar Ilmu Sosial Sebuah Kajian Pendekatan Struktural. Dr. H. Dadang Supardan, M. Pd. Hal, 357-365.

Leave a Reply

Your email address will not be published.