Teori-Teori Sejarah – Teori Feminisme Wollstonecraft

140 View

Teori Feminisme Wollstonecraft

Hakimtea.net – Marry Wollstonecraft dilahirkan di Inggris tahun 1759. ia adalah orang miskin yang berasal dari keluarga “berantakan” karena ayahnya pecandu berat, peminum alkohol yang kronis. Sebagai seorang pemikir wanita otodidak yang berani dan radikal, Wollstonecraft menulis beberapa buku.

Buku yang pertama ia tulis adalah Thoughts on the Educations of Daughters. Pada tahun 1785, ia beralih profesi sebagai penulis wanita. Selanjutnya, ia menerbitkan ulasan-ulasan, menerjemahkan karya-karya besar, serta menulis lebih banyak lagi buku-bukunya.

Dan yang lebih tragis lagi, ia mendapatkan citra buruk karena dukungan penuhnya terhadap prinsip-prinsip republikan dalam bukunya A Vindication of the Rights of Man (1790), yang merupakan salah satu dari sekian banyak tanggapan atas kritik Edmund Burke terhadap Revolusi Prancis.

Karyanya yang paling terkenal adalah A Vindication of the Rights of Woman (1792), menyusul dua tahun setelah memperoleh citra buruk atas karya sebelumnya.

Isi pokok pemikiran (teori) Wollstonecraft adalah sebagai berikut:

Teori Feminisme

A. Salah satu ciri yang paling universal sekaligus mencolok adalah subordinasi wanita atas pria. Sekalipun saat ini banyak kemajuan-kemauan politik dan budaya yang diperolehnya, masyarakat tetep menempatkan wanita sebagai subordinat posisi pria.

B. Dalam beberapa segi, hal ini disebabkan oleh kaum wanita itu sendiri yang berprasangka buruk terhadap kapabilitas bakat-bakat dan kapasitas-kapasitas mereka sendiri sebuah pandangan yang diajukan oleh banyak penulis dan pemikir pembenci wanita.

C. Padahal pria dan wanita sama-sama mampu bernalar dan memperbaiki diri. Meskipun demikian, kapasitas wanita bagi tindakan rasional dan bagi keseluruhan sejati, telah dikurangi oleh beragamnya institusi sosial dan tuntutan-tuntutan budaya.

D. Masyarakat dan kaum pria telah membatasi kesempatan-kesempatan yang dimiliki wanita untuk menggunakan kemampuan alaminya bagi kebaikan masyarakat.

E. Keluhuran-keluhuran jinak dan kesenangan-kesenangan hampa telah mendorong kaum wanita berfokus pada penyanjungan dan penyenangan pria yang dapat menjauhkan wanita untuk berkontribusi pada kehidupan moral, budaya dan politik.

F. Wanita tidak boleh memiliki status inferior, sekalipun penyebabnya oleh kaum wanita itu sendiri yang begitu pasrah menerima citra mereka yang tidak menguntungkan diri.

G. Semakin baik pendidikan mereka, semakin baik wanita menjadi warga negara, istri, dan ibu. Wanita terdidik adalah orang-orang yang lebih rasional dan lebih luhur.

Teori-Teori Sejarah – Teori Feminisme Wollstonecraft

Pengantar Ilmu Sosial Sebuah Kajian Pendekatan Struktural. Dr. H. Dadang Supardan, M. Pd. Hal, 357-365.

Leave a Reply

Your email address will not be published.